Macaroni Spinach Sauce
Why not macaroni?
Bahan :
1 ekor Ayam ukuran sedang, potong jadi 4 bagian
2 cm Lengkuas, memarkan
1 cm Jahe, memarkan
1 1/2 sdt Asam jawa
1 1/2 sdm Gula jawa
4 sdm Madu
1 s dt Penyedap rasa
1 sdm Garam
1 liter Air
Bumbu yang dihaluskan :
6 butir Bawang merah
4 siung Bawang putih
2 cm Kunyit (optional)
1/2 sdt Ketumbar
1/2 sdt Lada
Bumbu Olesan :
1 sdm Air jeruk nipis
PALMIA MARGARINE SERBAGUNA secukupnya
1 sdm Kecap manis
3 sdm Madu
Cara Membuat :
1. Memasak ayam terlebih dahulu agar matang merata dan bumbu meresap sepenuhnya.
2. Untuk memulainya, tumis bumbu halus, masukkan lengkuas dan jahe, tumis hingga matang dan mengeluarkan aroma harum.
3. Masukkan ayam, tumis sebentar hingga setengah matang dan tambahkan air hingga ayam terendam.
4. Masukkan asam jawa, gula jawa, madu, garam dan penyedap rasa.
5. Tutup rapat dan biarkan ayam matang dan bumbu meresap kedalam daging.
Angkat daging ayam dan tiriskan.
6. Campur semua bumbu untuk olesan, siapkan ayam dan olesi dengan bumbu olesan hingga merata menggunakan kuas.
7. Bakar ayam diatas bara api sampai bumbu olesan mengering, olesi lagi dengan bumbu olesan dan PALMIA MARGARINE SERBAGUNA hingga meresap
8. Lakukan berulang sampai ayam matang merata dengan warna yang berubah menjadi kecoklatan.
9. Ayam bakar madu spesial siap untuk dihidangkan.
Saya baru sebulan menikah. Ternyata suami mempunyai selera makanan yang jauh berbeda dengan saya. Kami memang berasal dari provinsi yang berbeda dengan latar budaya kuliner yang berbeda. Tentu saja kebiasaan masakan di rumah masing masing orang tua dulu juga berbeda. Makanan kesukaan suami adalah telur. Dan masakan kesukaannya adalah telur dadar. Biasanya telur dadar di rumah orang tua ku dulu cuma telur ditambah bawang dan cabai lalu dikocok dan langsung dimasak. Ternyata telur dadar versi suami saya berbeda. Kata dia harus pakai tepung terigu. Berawal dari coba-coba akhirnya saya menemukan cara saya tersendiri untuk memasak telur dadar versi saya yang pakai tepung. Yang akhirnya saya suka suami pun juga suka.
Di masa pandemic seperti ini bukan hanya karyawan dan kalangan bawah saja yang terkena dampaknya... Seluruh kalangan terkena dampaknya.. Bukan hanya yang sedang sakit tapi yang sehat pun juga terkena dampaknya.. Semenjak pandemik ini, ibu rumah tangga seperti saya ini banyak yang akhirnya putar otak bagaimana supaya tetap produktif di rumah saja.. Saya termasuk orang yang tidak suka diam saja di rumah.. Saya sudah mulai bosan.. Tidak bisa melakukan aktivitas di luar.. Setelah sholat subuh (suami saya berangkat setelah sholat subuh, karena karyawan tambang batu bara berangkat kerja pukul 05.45 WITA) saya biasanya tidur kembali sampai jam 10 pagi, mulai bosan dengan aktivitas yang begitu saja dan tidak produktif. Jadi saya berpikir untuk melakukan sesuatu yang produktif dari rumah saja dan menghasilkan cuan.. Muncullah ide jualan nasi bakar. Kenapa harus nasi bakar? Kenapa tidak makanan kekinian jaman now saja? Kenapa? Karena suami saya sangat suka nasi bakar. Setiap ada acara kantor, ataupun acara undangan teman di rumahnya dan hidangannya nasi bakar.. Itu dia pasti pengen nambah cuma sungkan.. Dari situ ide saya muncul.. Coba deh tes tes buat masak nasi bakar.. Orang pertama yang merasakan itu suami saya terlebih dahulu.. Tes sekali masih kurang bagus di nasi gurihnya, tes terus sampai semua cocok pada percobaan ketiga kalinya, akhirnya Dia bilang enak banget.. Terus saya bagikan ke teman-teman saya sebagai tester.. Banyak yg bilang enak, dan menyarankan untuk dijual saja.. Akhirnya tepat tgl 16 september 2020 saya mulai membuka bisnis kuliner baru saya yang bernama PAWON AMMA IBNU (IG : @pawon.amma.ibnu). Bisa cek lebih lanjut ke IG saya.. Awalnya cuma tersedia varian ayam dan tuna saja.. Sekarang sudah tersedia varian ayam, tuna, cumi dan daging sapi.. Level kepedasan boleh request.. Mulai dari tidak pedas. Pedas sedikit sampai pedas sekali tingkat dewa.. Sesuai selera masing-masing pembeli.