Penukuik
Penukuik salah satu camilan khas Minang yang berbahan dasar tepung beras, tape dan di beri parutan kelapa. Memiliki rasa manis gurih, penukuik sering di jadikan camilan pagi untuk menemani ngeteh. Penukuik sangan di sukai keluarga saya.

#PalmiaPoints2024 #LetsBakeLove

Bahan:

  • 250 gram tepung beras
  • 50 gr Palmia Margarine Serbaguna, lelehkan
  • 1/2 sdt ragi instan
  • 100 gram gula pasir
  • 150 gram tape singkong, lumatkan lalu saring
  • 400 ml air
  • 150 gram kelapa parut
  • sejumput garam

Cara Membuat: 

  1. Campur tepung beras, ragi, dan gula di wadah. Aduk rata
  2. Masukkan tape singkong ke bahan adonan tepung. Aduk rata
  3. Tambahkan air dan garam. Aduk rata sampai tidak ada yang bergerindil
  4. Diamkan adonan selama sekitar 1 jam dengan ditutup plastik atau serbet bersih
  5. Masukkan kelapa parut ke adonan dan Palmia Margarine Serbaguna. Aduk rata
  6. Panaskan cetakan. Tuang adonan ke cetakan, tutup. Panggang sampai permukaannya kering, lalu balik. Panggang kembali sampai matang
  7. Keluarkan kue dari cetakan dan sajikan

Resep dari Desi anggraini
Cube Bread (with Smoked Beef filling)

Cube Bread (with Smoked Beef filling)

Gara-Gara Pandemi Saya baru saja mulai bekerja di kantor baru. Senang sekali rasanya, saat itu masuk bulan ke-tujuh saya bekerja di sana. Sangat kaget ketika pada bulan Maret 2020 yang lalu ternyata saya harus dirumahkan dahulu (Unpaid Leave) sampai waktu yang belum ditentukan. Tentunya harus putar otak mau buat apa di rumah yang bisa menghasilkan. Akhirnya saya memutuskan untuk beli oven dan belajar baking! Penuh trial and error hingga akhirnya sampai pada ide membuat cube bread ini, roti mini dengan isian smoked beef dan tepung panir yang membuatnya crispy. Ukuran dan bentuknya yang mini ini rasanya akan cocok sekali bila disajikan sebagai takjil di bulan Ramadhan yang akan datang. Royal Palmia Butter Margarine selalu menjadi pilihan saya untuk bahan baking karena rasa dan wanginya yang mirip sekali dengan butter dan tentunya lebih ekonomis. Ide cube bread ini mengadopsi roti butter roll yang mencapurkan cukup banyak butter kedalam adonannya dan roti pandesal ala Filipin yang diberi taburan tepung panir. Sekali waktu saya membuat resep ini dan ternyata keluarga saya suka sekali. Mulai dari situlah akhirnya saya mulai menjual roti ini ke tetangga, rekan kerja, dan dari mulut-ke mulut oleh keluarga saya. Jumlah penjualannnya belum bisa besar karena oven yang saya miliki ukurannya kecil dan masih menguleni dengan tangan karena belum punya mixer. Menguras tenaga tentunya, tetapi ada kesenangan sendiri ketika menggeluti bidang baru yang ternyata bisa menghasilkan juga bila ditekuni. Terima kasih Royal Palmia Butter Margarine atas kesempatan untuk saya berbagi cerita!

Oat Almond cookies

Oat Almond cookies

Anak bungsu seneng sekali makan oat, utk variasi menu dari oat, saya buat camilan berupa oat almond cookies, dan ternyata gak hanya anak saya yg suka, teman2 nya pun suka, begitu pula anak2 nya teman kantor saya... Alhamdulillah... Jadi bisa jualan camilan sehat juga...

Lasagna Ayam

Lasagna Ayam

Pandemi mengajarkan banyak hal mulai dari kesabaran, keikhlasan dan berbagai macam hikmah dibalik itu semua, termasuk merubah kebiasaan tentunya. Pekerjaan utama menjadi supir anak anak akhirnya tergeser karena sekolah online. Yang paling terasa adalah urusan perut anak anak, karena biasanya mereka pulang sampai rumah jam 5 sore, kini harus extra membuat makanan. Dari sinilah mulai iseng iseng ketika membuat makanan kesukaan anak anak diupload di media sosial dan hasilnya luar biasa. Salah satu jualan yang banyak peminatnya adalah lasagna. Membuat lasagna tetap enak, ala ala tetapi ramah dikantong pembeli. Lasagna yang kubuat adalah lasagna ayam dan keju yang dipakai jenis cheddar supaya bisa tetap premium, untuk membuatnya maka ditambahkan @palmiaid. Jika ada permintaan maka akan dibuat dengan isian daging sapi dan keju mozzarella. Untuk resep kali ini aku membuat lasagna ayam dengan keju mozzarella.

Kue Semprit Andalan

Kue Semprit Andalan

Berjuang menaklukkan deadline membuat saya nyaris tidak pernah jauh dari laptop. Artikel, naskah buku, serta ulasan berbagai acara, seakan tidak pernah berhenti antre untuk ditulis. Senang? Pastinya. Namun kadang terselip rasa miris saat Mas Rexy, anak saya, bilang: Ma, bikin kue dong, kayak orang-orang. Sungguh, saya merasa bersalah. Akhirnya, di sela-sela waktu yang tidak banyak, saya menyempatkan membuat kue. Bukan kue istimewa ala camilan Lebaran tapi kue kering sederhana yang bisa jadi andalan saya, saat Mas Rexy minta bikin kue. Jadilah kue ini pelipur lara saya yang belum bisa jadi ibu-ibu sempurna seperti yang lainnya.

Beli Produk Palmia