Martabak Lipat Mini
Martabak mini lipat, sangat enak diberi toping selai seauai selera.
#PalmiaMargarin #KreasiMasakanWOW #PalmiaBikinWOW
Bahan-bahan :
- 100 gr makaroni, rebus dan tiriskan
- 100 gr udang, kupas kulit, cuci bersih
- 1 buah wortel, parut
- 50 gr keju cheddar, parut
- 1/2 buah bawang bombay, cincang halus
- 1 siung bawang putih, cincang halus
- 1 batang daun bawang, iris halus
- Garam, lada bubuk, kaldu bubuk secukupnya
- 200 ml susu cair
- 3 sdm tepung terigu
- Palmia Serbaguna
- Minyak goreng secukupnya
Bahan pelapis :
- 1 butir telur, kocok lepas
- Tepung roti secukupnya
Cara membuat :
1. Panaskan 3 sdm Palmia Serbaguna. Tumis bawang bombay dan bawang putih hingga harum dan matang.
2. Masukkan udang, wortel, keju dan daun bawang. Aduk rata.
3. Masukkan tepung terigu sambil diayak, aduk-aduk, adonan akan bergerindil.
4. Tuang susu cair sambil diaduk rata, tambahkan makaroni rebus dan garam, lada bubuk, kaldu bubuk. Test rasa, aduk rata hingga mengental.
5. Matikan api sebentar untuk menurunkan suhu. Masukkan telur, aduk rata.
6. Masukkan adonan ke dalam loyang yang sudah diolesi Palmia. Kukus selama 30 menit. Angkat. Biarkan uap panas hilang, lalu simpan dalam lemari es selama 1 jam supaya lebih padat.
7. Setelah padat, potong-potong menurut selera. Masukkan potongan nugget dalam kocokan telur lalu gulingkan ke tepung panir. Simpan kembali dalam kulkas selama 15 menit.
8. Goreng nugget hingga berwarna keemasan. Tiriskan dan sajikan.
Kue apem kukus tepung beras ini sangat di sukai keluarga di rumah. Rasanya manis dan tekstur rasanya khas tepung beras. Enak dan lezat kata mereka.
Saat puasa, ibu rumah tanagga seperti saya bingung cara menyakikan hidangan ta'jil yang sehat dan aman untuk keluarga. Pernah suatu saat membeli gorengan diluar, dan ternyata saya mendapatkan fakta bahwa gorengan itu digoreng dengan plastik. Ngeriiii....bagaimana saya bisa tahu, saat dimakan gorengan itu terasa sangat liat saat dikunyah, dan yang membuat makin yakin, saat gorengan itu dibelah, muncul seperti serabut halus putih seperti sarang laba-laba. Fix itu digoreng dengan plastik. Sejak saat itu saya berkomitmen belajar memasak, menghidangkan sendiri masakan untuk keluarga, bahkan masak sendiri untuk urusan yang sepertinya sepele seperti camilan.
Saya selalu ingat setiap kali ibu saya membuat martabak kentang. Rasanya sangat istimewa karena kami cuma boleh makan martabak ini kalau ibu membuatnya lebih atau kebetulan masih bersisa. Kami dulu yatim dan ibu mencari nafkah dengan membuat kue buat di jual. Salah satunya ya Martabak Kentang ini. Hampir tiap hari ibu membuat martabak dan beberapa cemilan kue khas Palembang lainnya. Dan semua dititip ke warung, atau tenda tenda yang berjualan kopi. Alhamdulillah berkat dagangan kue Ibu kami tetap bisa makan dan bersekolah. Makanya di bulan ramadhan ini saat kangen dengan Martabak Kentang buatan ibu yang telah meninggal 2 tahun silam. Aku membuat sendiri martabak ini. Istimewanya adalah martabak kentang Ibuku itu krispi, dan padat isinya. Sekarang aku membuatnya menggunakan margarin palmia garlic, yang kuharapkan selain membuat kulitnya menjadi lebih krispi juga isinya bertambah gurih