Bolu Kecebong
Bolu irit telor namun tetap lembut dan enak ??
#ShareYourJourney
Bahan Brownies Kukus:
4 butir telur
150 gr gula pasir
1/2 sdt SP
80 gr tepung terigu protein sedang
35 gr bubuk coklat
1/2 sdt baking powder
1/2 sdt pasta vanila
75 gr dark cooking chocolate
120 gr Palmia Margarin Serbaguna
Bahan Vla Alpukat:
500 gr alpukat 120
gr susu kental manis (3 sachet)
100 ml air
Bahan Whipped Cream:
100 gr bubuk whippy cream
200 ml air es
Bahan Chocolate Ganache:
250 gr DCC
125 ml fresh cream/whipped cream cair
1 sdm Palmia Margarin Serbaguna
1. Buat brownies kukus terlebih dahulu. Campurkan Palmia Margarin Serbaguna dan DCC, lalu tim hingga mencair.
2. Kocok telur, gula pasir, pasta vanila dan SP hingga mengembang dan kental berjejak.
3. Masukkan campuran tepung terigu, coklat bubuk, dan BP, aduk hingga rata.
4. Tuangkan campuran Palmia Margarin Serbaguna dan DCC, lalu aduk balik hingga rata dan tidak ada endapan cairan di bawahnya.
5. Tuang ke dalam loyang, kukus selama 30 menit. Angkat dan dinginkan.
6. Buat Vla Alpukat:
Campurkan alpukat, susu kental manis dan air, lalu blender hingga halus.
7. Buat Whipped Cream:
Campurkan wippy cream bubuk dan air es, lalu kocok dengan mixer hingga kaku.
8. Buat Ganache:
Rebus fresh cream hingga panas, tidak perlu sampai mendidih. Masukkan DCC, aduk hingga larut. Masukkan Palmia Margarin Serbaguna, aduk hingga mengkilap dan licin.
9. Penyelesaian:
Potong brownies, letakkan dalam mangkok transparan. Tuangkan vla alpukat, gunakan piping bag. Tuang whipped cream di atas vla alpukat. Siram dengan ganache. Beri topping kacang sangrai. Simpan dalam kulkas, sajikan ketika dingin. Resep jadi sekitar 8 cup.
Saya selalu ingat setiap kali ibu saya membuat martabak kentang. Rasanya sangat istimewa karena kami cuma boleh makan martabak ini kalau ibu membuatnya lebih atau kebetulan masih bersisa. Kami dulu yatim dan ibu mencari nafkah dengan membuat kue buat di jual. Salah satunya ya Martabak Kentang ini. Hampir tiap hari ibu membuat martabak dan beberapa cemilan kue khas Palembang lainnya. Dan semua dititip ke warung, atau tenda tenda yang berjualan kopi. Alhamdulillah berkat dagangan kue Ibu kami tetap bisa makan dan bersekolah. Makanya di bulan ramadhan ini saat kangen dengan Martabak Kentang buatan ibu yang telah meninggal 2 tahun silam. Aku membuat sendiri martabak ini. Istimewanya adalah martabak kentang Ibuku itu krispi, dan padat isinya. Sekarang aku membuatnya menggunakan margarin palmia garlic, yang kuharapkan selain membuat kulitnya menjadi lebih krispi juga isinya bertambah gurih
Di tengah Ramadhan dan persiapan Lebaran, hampir semua perempuan, apalagi yang sudah berrumah tangga pasti pikiran dan fisiknya lagi sibuk-sibuknya.. Mana yg berkarir sibuk kerja, ngurusin dirumah.. Yang housewife juga kalah sibuk mana yg beberes rumah, nyiapin menu buka, mana yg ngurusin anak (buat yg uda punya anak) sekolahnya apalagi mau kenaikan kelas, kelulusan, mana yg nyiapin buat sahur, mana yg ngatur keuangan rundingan brg suami buat angpao/parcel lebaran orang tua, ponakan2.. Nyicil belanjaan, nyempetin bikin kue biar 1 2 toples homemade. Intinya ngusahaain bisa menyajikan nyuguhin yg terbaik dan berkesan yg bisa diberikan deh. Buat keluarga saudara teman.. Itu naluri lho klo kata saya. Bukan gengsi. Bisa beli ya beli.. Bisa bikin sendiri bikin sendiri.. Disini sisi wonder womennya wanita keliatan banget (selain prosesi hamil dan melahirkan tentunya. Ini lain cerita ya buk ibuk tetep nomer 1 kalau ini mahh~pdhl belom sayanya ??tp appreciate ikut bangga jadi seorang wanita krn nantinya,Insyaallah dikasih kesempatan buat yg 1 ini ??)