Ayam Bakar Empuk Bumbu Kalasan
Rasa gurih dan manis khas bumbu Kalasan sangat berasa. Ayam bakar resep ibuku yang selalu kumasak dirumah karena anak-anak sangat menyukainya.
Bahan :
2 buah Daging Sapi berat masing-masing 300 gram (tenderloin, sirloin, rib eye, sesuai selera)
6 sdm PALMIA MARGARIN SERBAGUNA
Garam secukupnya
Lada hitam (uleg kasar) secukupnya
Sambal Butter Balado :
5 sdm PALMIA MARGARIN SERBAGUNA (cairkan)
20 gram Cabe Rawit Merah
80 gram Cabe Rawit Keriting
60 gram Bawang Merah
100 gram Tomat
1 ruas jari Lengkuas
1 ruas jari Jahe
180 ml Air
2 butir Kemiri
2 helai Daun salam
3 helai Daun jeruk
Cara Membuat :
Sambal Butter Balado
1. Potong-potong cabe rawit, cabe keriting, dan tomat.
2. Lalu tumis bahan-bahan yang dipotong-potong tadi, juga jahe, lengkuas, kemiri, hingga menjadi matang dan lunak. Matikan api, tunggu agak hangat.
3. Haluskan dengan blender atau diuleg (sesuai selera).
4. Setelah itu ditumis lagi sambil ditambahkan air sedikit demi sedikit.
5. Ketika bumbu sudah agak matang, dan berubah warna, masukan daun jeruk,daun salam, garam dan gula, lada bubuk (sesuai selera) tumis lagi.
6. Tumis sampai bumbu benar-benar matang dan air sat.
7. Siap disajikan bersama daging steak.
Butter Steak
1. Balurkan garam dan lada hitam (crushed / uleg kasar) ke seluruh permukaan daging, diamkan 15 menit agar meresap.
2. Panaskan 2 sdm PALMIA MARGARIN SERBAGUNA hingga cair dengan api sedang (pastikan wajan sudah benar-benar panas).
3. Letakan daging di atasnya, lalu diamkan 3-5 menit (tergantung ketebalan daging dan selera kematangan) sambil terus disiram bagian atas daging dengan PALMIA MARGARIN SERBAGUNA yang sudah cair.
4. Setelah itu dibalik, beri satu sendok makan PALMIA MARGARIN SERBAGUNA lagi (agar lebih moist,dan mantap rasanya).
5. Note: jika PALMIA MARGARIN SERBAGUNA dirasa kurang pada saat proses memasak, bisa ditambahkan satu atau dua sendok makan lagi ke dalam pan.
Rasa gurih dan manis khas bumbu Kalasan sangat berasa. Ayam bakar resep ibuku yang selalu kumasak dirumah karena anak-anak sangat menyukainya.
Semenjak menikah dan menjadi ibu, Ramadhan tahun ini adalah tahun terseru sekaligus paling penuh tantangan dalam hidup saya. Kedua anak saya mulai belajar puasa. Si sulung sudah bisa puasa penuh hingga Maghrib, sementara si bungsu mampu berpuasa sampai Dzuhur. Momen sahur dan berbuka kami jadi jauh lebih ramai dibanding tahun-tahun sebelumnya karena kehebohan dua anak saya. Dan sebagai ibu, saya wajib punya tenaga dan waktu ekstra untuk membangunkan mereka sekaligus menyiapkan menu sahur yang variatif dan sarat nutrisi, tapi tetap praktis. Apalagi selain mengurus anak dan urusan domestik, saya juga masih harus memenuhi tanggung jawab saya sebagai blogger yang terkadang berkejaran dengan deadline. Jadi kecepatan dan kepraktisan saat memasak bisa sangat menghemat waktu dan tenaga saya. Untungnya sejak dulu saya sudah mengenal Palmia Margarine, di saat saya butuh masak praktis seperti sekarang ini, saya tinggal pilih-pilih varian Palmia Margarine yang sesuai kebutuhan saja. Misalnya untuk memasak harian, supaya tidak repot mengupas dan menumbuk bawang putih, saya cukup pakai Palmia Garlic Margarine yang wangi bawang putihnya juara. Kalau untuk menumis saya biasa pakai Palmia Margarine serbaguna. Lalu setiap kali membuat cemilan atau cake, andalan saya adalah Royal Palmia Butter Margarine. Eh, tapi saya juga sering loh pakai Royal Palmia Butter Margarine untuk memasak lauk, dan hasilnya masakan jadi lezat dan wangi butter. Salah satu resepnya saya tulis di sini yaa :)
Dulu ibu sering sekali membuat Abon Sapi apalagi ketika idul adha, karena sering dapat daging kurban. Nah Abon daging sapi ini bisa jadi lauk saat sarapan, bisa untuk taburan ketan ataupun isian Lemper. Ibu memang kreatis sekali. Dan sekarang sy pun harus lebih kreatif. Abon sapi akan saya kreasikan pada Sponge Cake. Enak sekali , bisa juga untuk ide bisnis.
Rasanya bosan masak ayam setiap hari, tapi keluarga ku apalagi anakku akan hilang semangat kalau nggak ada ayam. Bunda bijak harus pintar menciptakan rasa yang berbeda apalagi di bantu oleh gurihnya Palmia Margarin Serbaguna