Tempe Goreng Palmia
Tempe goreng tepung, dengan bumbu yang kuhaluskan agar lebih meresap. Kugoreng dengan menambahkan Palmia Margarin Serbaguna lebih lezat.
#ShareYourJourney
Bahan:
6 lbr roti tawar
coklat (putih juga boleh)
400 ml susu cair
1 sdm coklat bubuk
2 btr telur
5 sdm gula pasir
3 sdm Royal Palmia Butter Margarin, lelehkan
1 sdt vanilla cair
2 sdm tepung maizena
Topping:
Kurma dan coklat chip secukupnya
Cara membuat:
1. Potong roti tawar menjadi dadu, sisihkan.
2. Campur telur, gula pasir, coklat bubuk, vanilla, Royal Palmia Butter Margarine, tepung maizena. Aduk hingga benar-benar rata.
3. Tuang susu, aduk rata, saring jika perlu.
4. Tata roti tawar di atas bowl, siram dengan adonan susu.
5. Beri topping kurma dan choco chip.
6. Panggang dengan api sedang (160-170 derajat) sekitar 25-35 menit sajikan.
Tempe goreng tepung, dengan bumbu yang kuhaluskan agar lebih meresap. Kugoreng dengan menambahkan Palmia Margarin Serbaguna lebih lezat.
Gara-Gara Pandemi Saya baru saja mulai bekerja di kantor baru. Senang sekali rasanya, saat itu masuk bulan ke-tujuh saya bekerja di sana. Sangat kaget ketika pada bulan Maret 2020 yang lalu ternyata saya harus dirumahkan dahulu (Unpaid Leave) sampai waktu yang belum ditentukan. Tentunya harus putar otak mau buat apa di rumah yang bisa menghasilkan. Akhirnya saya memutuskan untuk beli oven dan belajar baking! Penuh trial and error hingga akhirnya sampai pada ide membuat cube bread ini, roti mini dengan isian smoked beef dan tepung panir yang membuatnya crispy. Ukuran dan bentuknya yang mini ini rasanya akan cocok sekali bila disajikan sebagai takjil di bulan Ramadhan yang akan datang. Royal Palmia Butter Margarine selalu menjadi pilihan saya untuk bahan baking karena rasa dan wanginya yang mirip sekali dengan butter dan tentunya lebih ekonomis. Ide cube bread ini mengadopsi roti butter roll yang mencapurkan cukup banyak butter kedalam adonannya dan roti pandesal ala Filipin yang diberi taburan tepung panir. Sekali waktu saya membuat resep ini dan ternyata keluarga saya suka sekali. Mulai dari situlah akhirnya saya mulai menjual roti ini ke tetangga, rekan kerja, dan dari mulut-ke mulut oleh keluarga saya. Jumlah penjualannnya belum bisa besar karena oven yang saya miliki ukurannya kecil dan masih menguleni dengan tangan karena belum punya mixer. Menguras tenaga tentunya, tetapi ada kesenangan sendiri ketika menggeluti bidang baru yang ternyata bisa menghasilkan juga bila ditekuni. Terima kasih Royal Palmia Butter Margarine atas kesempatan untuk saya berbagi cerita!