SANDOICHI TOFU PAFU
Variasi sandwich dengan sentuhan jepang membuat hidangan ini istimewa.
Bahan :
10 buah Pisang kepok
6 sdm Tepung terigu
1/2 sdt Vanili bubuk
5 sdt Garam
1/2 sdm Gula
3 sdm Tepung panir
Air secukupnya
Keju parut secukupnya untuk topping
Selai Serikaya untuk topping
PALMIA MARGARINE SERBAGUNA untuk menggoreng
Cara membuat :
Orang bilang, memasak menjadi kesenangan tersendiri bagi perempuan. Lebih-lebih jika ia telah berumah tangga dan berstatus ibu, masakan rumah ibarat satu keistimewaan yang tak bisa digantikan oleh makanan dari rumah makan mana pun. Apapun jenis dan seperti apapun rasanya, semua selalu nikmat dan habis disantap keluarga. Tapi, bagiku memasak adalah suatu perjuangan. Bukan karena malas, tapi aku memang tidak terlalu pandai mengolah bahan makanan. Sehingga memasak merupakan suatu perjuangan di mana aku harus mempelajari resep untuk kemudian mempraktikannya. Gagal, gosong, keasinan atau terasa aneh, semuanya sudah kulalui sampai akhirnya tersaji satu hidangan di meja makan. Tapi, dari sekian hasil masakanku yang sederhana itu, Macaroni Panggang merupakan salah satu yang paling digemari anak-anak. Tak hanya suka, tapi sudah menjadi favorit mereka. Aku biasanya menjadikannya camilan di rumah bahkan untuk bekal ke sekolah. Rasanya bisa jadi sederhana saja, tapi menjadi istimewa karena anak-anak melihat perjuangan ibunya untuk menghasilkan satu mangkok kecil makanan yang penuh nutrisi dan tentu saja cinta. Tidak ada bahan khusus yang menjadikan Makaroni Panggang buatanku menjadi istimewa. Tapi penggunaan Palmia Margarin Serbaguna sebagai pengganti minyak goreng untuk menumis bahan-bahan membuat gurihnya berbeda sehingga lebih spesial.
Dulunya...saya adalah orang yang jarang sekali ngoprek dapur, rasanya malas sekali mau masak. Dalam pikiran saya selalu berkata, masak itu susah, ngepasin bumbu supaya rasanya tidak cemplang itu susah...ini pasti gagal...ini pasti tidak enak Dan memang seringnya ketika saya masak hasilnya ajaib hahahhaa...kala kata orang Jawa "rasane ora ngalor ora ngidul" atau ngga jelas hahaha. Jadilah saya semakin malas ke dapur...tapi tidak mungkin juga kan setiap hari membeli makanan. Akhirnya saya tetep masak buat anak-anak. Memasak karena kebutuhan, tapi ngga happy, rasanya juga masih srg cemplang ?? Kalau baking, sejak kecil saya suka baking, yahhh baking ala bocah yang penting happy..soal rasa nomor sekian haha, tapi semenjak saya kuliah saya tidakn pernah baking lagi. Ketika pandemi melanda, dan mati gaya menyerang saya...saya mulai ngelirik dapur. Mencoba aneka macam resep. Sejak saat itu saya jadi suka ngoprek dapur, bukan hanya baking, saya mulai belajar cooking jg. Dan saya menemukan "me time" ketika ngoprek dapur, sejenak berhenti dari pikiran yang berisik. Ada kebahagian sendiri ketika melakukan itu. Dan kebahagian itu bertambah ketika melihat ekspresi suami dan anak-anak yang menyukai masakan saya.