Putu Ayu
Beragam jenis kue jajanan pasar yang enak-enak dan hingga kini masih banyak diminati Walau banyak bermunculan jenis kue dan cake dijajakan dengan berbagai brand, jajanan pasar tetap dicari karena keunikan nama dan rasanya
#ShareYourJourney
Bahan- bahan:
- 100 gr keju bubuk
- 350 tape singkong
- 100 gr gula pasir
- 5 butir telur
- 1/2 sdt SP
- 50 gr kental manis
- 200 gr Royal Palmia Butter Margarine (lelehkan)
- 150 gr tepung terigu
- 50 gr keju parut
Cara membuat:
1. Ayak terlebih dahulu tepung terigu, keju bubuk. Sisihkan
2. Lelehkan Royal Palmia Butter Margarine, biarkan dingin dengan suhu ruang
3. Haluskan Tape Singkong menggunakan garpu, hilangkan serat tengahnya, kemudian tambahkan kental manis, aduk hingga rata.
4. Dalam wadah, masukkan gula,sp dan telur, kemudian mixer dengan kecepatan tinggi hingga mengembang, Kemudian kecilkan kecepatan mixer. Masukkan tape halus sedikit demi sedikit hingga bercampur rata, matikan mixer.
5. Masukkan tepung terigu yang telah diayak dengan keju bubuk. Aduk rata dengan teknik aduk balik. Kemudian masukkan Palmia Butter margarin yang telah dilelehkan, aduk hingga rata.
6. Tuang adonan kedalam loyang cetakan diameter 20 x 20 cm, atau ukuran sesuai selera. Yang sudah di olesi margarin pada permukaannya dan dilapisi kertas roti.
7. Panggang adonan selama 45 menit, Dan saat setengah matang, keluarkan dulu adonan untuk diberi taburan keju parut, setelah itu masukkan kembali adonan dalam oven dan panggang hingga matang. Matikan api dan keluarkan adonan dari oven, biarkan dingin dengan suhu ruang,
8. Sajikan
Beragam jenis kue jajanan pasar yang enak-enak dan hingga kini masih banyak diminati Walau banyak bermunculan jenis kue dan cake dijajakan dengan berbagai brand, jajanan pasar tetap dicari karena keunikan nama dan rasanya
Assalamualaikum Sobat Palmia Margarin, kali Ini Aku Membuat Cake Decoration sesuai pesanan pelanggan. Alhamdulillah Saat Covid-19 seperti ini masih ada orderan datang. Itu semua karena aku menggunakan Palmia Margarin Serbaguna di setiap hidangan yang aku buat, makannya usahaku bisa bertahan di masa pandemi seperti ini.
Dulunya...saya adalah orang yang jarang sekali ngoprek dapur, rasanya malas sekali mau masak. Dalam pikiran saya selalu berkata, masak itu susah, ngepasin bumbu supaya rasanya tidak cemplang itu susah...ini pasti gagal...ini pasti tidak enak Dan memang seringnya ketika saya masak hasilnya ajaib hahahhaa...kala kata orang Jawa "rasane ora ngalor ora ngidul" atau ngga jelas hahaha. Jadilah saya semakin malas ke dapur...tapi tidak mungkin juga kan setiap hari membeli makanan. Akhirnya saya tetep masak buat anak-anak. Memasak karena kebutuhan, tapi ngga happy, rasanya juga masih srg cemplang ?? Kalau baking, sejak kecil saya suka baking, yahhh baking ala bocah yang penting happy..soal rasa nomor sekian haha, tapi semenjak saya kuliah saya tidakn pernah baking lagi. Ketika pandemi melanda, dan mati gaya menyerang saya...saya mulai ngelirik dapur. Mencoba aneka macam resep. Sejak saat itu saya jadi suka ngoprek dapur, bukan hanya baking, saya mulai belajar cooking jg. Dan saya menemukan "me time" ketika ngoprek dapur, sejenak berhenti dari pikiran yang berisik. Ada kebahagian sendiri ketika melakukan itu. Dan kebahagian itu bertambah ketika melihat ekspresi suami dan anak-anak yang menyukai masakan saya.