Chocolate Battenberg
Untuk 8 porsi.
#ShareYourJourney
Bahan-bahan:
8 bh pisang lampung, kupas lumatkan
Bahan cair :
1 btr telur 5 sdm gula pasir (sesuaikan kondisi pisang)
3 sdm kental manis
1 sachet santan instan
150 gr Royal Palmia Butter Margarine, dicairkan
Bahan kering :
6 sdm tepung terigu
3 sdm susu bubuk coklat, boleh putih, sy adanya coklat
1 sdt baking powder 1 sdt vanilli bubuk
Topping : Optional
Cara Memasak:
1. Lumatkan pisang
2. Kocok lepas telur dan gula hanya sampai gula larut lalu masukkan semua sisa bahan cair, aduk rata
3. Pisang ke bahan cair, aduk rata
4. Masukkan bahan kering secara bertahap, aduk rata
5. Tuang ke dalam loyang yang telah di alasi baking paper dan di olesi margarin tipis-tipis, taburi toping (optional), panggang kurang lebih 30-35 mnt dgn suhu 180°c api atas bawah, sesuaikan oven masing-masing.
6. Hidangkan.
Kreatifitas ibu itu tanpa batas, termasuk olahan ikan. Ikan yang biasanya hanya digoreng ataupun dipepes, ibu dulu pernah membuat cemilan berbahan dasar ikan. Kebetulan saya punya syok ikan tuna kaleng jadi teringat ibu. Nah saya coba untuk kulit pie. Untuk menyambut hari ibu kali ini.
Saya seorang ibu dari 2 orang anak, si Abang yang usianya 4 tahun dan si Ade yang usianya 10 bulan. Kebutuhan hidup yang semakin meningkat, sementara suami baru saja resign kerja membuat saya berkeinginan memiliki usaha dan penghasilan sendiri untuk membantu mencukupi kebutuhan keluarga kami. Awalnya saya berjualan bubur ayam, akan tetapi karena merasa perputaran uangnya kecil dan lambat sya akhirnya memutuskan untuk sementara waktu menutup kedai bubur ayam tsb dan menggantinya dengan usaha lain. Awalnya bingung, apa yang mau dijual karena disamping memikiran usaha saya juga harus mengurus kedua buah hati saya tanpa bantuan oranglain (ART ataupun babysister). Selama kedai bubur ayam tsb tutup, alhamdulillah banyak pesenan kue yang masuk dari rekan kerja suami yang kebetulan mau nikahan. Beliau pesan berbagai macam kue untuk sajian. Terpikir, bagaimana kalo akhirnya jualan kue aja? Lalu ada teman yang pernah makan kue buatan saya bilang "kenapa ga jualan kue az? Risol dan kue-kue buatanmu enak loe". Berawal dari sini, akhirnya memutuskan untuk jualan kue. Awal yang berat untuk kami sekeluarga, karena keterbatasan modal dan alat yang saya miliki untuk memulai usaha. Suami meyakinkan saya, kalo saya pasti bisa. Saya hanya belajar baking secara otodidak (hobi) sementara disekitar kami banyak orang yang usahanya cake n kue kekinian. Sempat ragu tapi berusaha meyakinkan diri, jika kami mampu. Alhamdulilah, sejak febuari sampai sekarang usaha kami bisa bertumbuh dan mulai dikenal masyarakat sekitar Balikpapan dengan Bolu Tape dan Pisang Keju sebagai Menu Andalan Dapur Mumtaz.