Minty Matcha Cupcake Brownies
Brownies kukus rasa mint dan matcha latte.
Bahan :
3 buah Pisang ambon
190 gram Tepung terigu
100 gram Gula pasir
1 butir Telur
75 gram ROYAL PALMIA BUTTER MARGARINE (cairkan)
1 sdt Baking powder
1 sdt Baking soda
Sejumput Garam
¼ sdt Vanili bubuk
Cara membuat :
Buat saya membawakan oleh-oleh ketika pulang kampung adalah hal yang paling menyenangkan. Meskipun aktifitas saya sangat padat saat mengurus kebersihan rumah dan mengurus bisnis kecil-kecilan tapi saya selalu mengusahakan untuk memasak oleh-oleh sendiri untuk keluarga saat berkunjung ke rumah mereka. Cemilan seperti tahu aci merupakan cemilan yang mudah dibuat saat ingin dijadikan oleh-oleh untuk orang tersayang. Dan saya sangat senang dapat membagi waktu untuk keluarga dan orang terdekat.
Dulunya...saya adalah orang yang jarang sekali ngoprek dapur, rasanya malas sekali mau masak. Dalam pikiran saya selalu berkata, masak itu susah, ngepasin bumbu supaya rasanya tidak cemplang itu susah...ini pasti gagal...ini pasti tidak enak Dan memang seringnya ketika saya masak hasilnya ajaib hahahhaa...kala kata orang Jawa "rasane ora ngalor ora ngidul" atau ngga jelas hahaha. Jadilah saya semakin malas ke dapur...tapi tidak mungkin juga kan setiap hari membeli makanan. Akhirnya saya tetep masak buat anak-anak. Memasak karena kebutuhan, tapi ngga happy, rasanya juga masih srg cemplang ?? Kalau baking, sejak kecil saya suka baking, yahhh baking ala bocah yang penting happy..soal rasa nomor sekian haha, tapi semenjak saya kuliah saya tidakn pernah baking lagi. Ketika pandemi melanda, dan mati gaya menyerang saya...saya mulai ngelirik dapur. Mencoba aneka macam resep. Sejak saat itu saya jadi suka ngoprek dapur, bukan hanya baking, saya mulai belajar cooking jg. Dan saya menemukan "me time" ketika ngoprek dapur, sejenak berhenti dari pikiran yang berisik. Ada kebahagian sendiri ketika melakukan itu. Dan kebahagian itu bertambah ketika melihat ekspresi suami dan anak-anak yang menyukai masakan saya.
Keluargaku senang sekali dengan kue-kue khas tradisional Indonesia. Karena itulah aku belajar membuatnya, membeli cetakannya kemudian mewujudkannya. Alhasil, kini bisa bikin sendiri dirumah tanpa harus jajan diluar.