Puding Lumut Lapis Palmia
Puding Lumut Lapis Palmia ini selain kaya serat & protein, rasanya juga semakin kaya dgn menambahkan Palmia margarin sebagai bagian dari bahan utamanya
#PalmiaPoints2021
Bahan :
Sari Daun Pandan :
2 lembar daun pandan, potong kecil-kecil
60 ml air matang
Pancake Pandan :
2 butir telur ayam, kocok lepas
100 gr tepung terigu
1 sdm penuh Palmia Margarin Serbaguna, lelehkan
1 sdm gula pasir
Sejumput garam
1/2 sdt soda kue
1/2 sdm yoghurt
125 ml susu full cream
Sari daun pandan
Saus Gula aren :
75 gr gula aren sisir
1 lembar daun pandan, sobek lalu ikat
150 ml air
2 sdt tepung terigu
Cara memasak :
Sari daun pandan :
1. Blender daun pandan dan air hingga halus lalu peras dan saring.
Pancake Pandan :
1. Masukkan tepung terigu, soda kue, telur, gula pasir dan garam ke dalam mangkuk.
2. Masukkan sari daun pandan dan tuang susu full cream sedikit demi sedikit sambil diaduk rata dan tidak bergerindil.
3. Masukkan Palmia Margarin Serbaguna leleh lalu aduk rata.
4. Masukkan yoghurt, aduk rata lalu cek rasa. Diamkan selama 10 menit.
5. Panaskan teflon datar lalu kecilkan api. Tuang 1 sendok sayur adonan ke teflon datar. Setelah bagian bawah kecoklatan balik dan masak sebentar. Angkat lalu letakkan di atas piring. Lakukan langkah ini hingga adonan habis.
Saus gula merah :
1. Masukkan semua bahan ke dalam teflon datar lalu aduk rata. Masak dengan api kecil sambil diaduk terus hingga mengental.
Penyajian :
Letakkan pancake pandan di atas piring saji. Siram dengan saus gula merah. Hiasi dengan potongan daun pandan lalu sajikan.
Puding Lumut Lapis Palmia ini selain kaya serat & protein, rasanya juga semakin kaya dgn menambahkan Palmia margarin sebagai bagian dari bahan utamanya
Kue talam jagung memiliki tekstur kenyal dan dibungkus dengan daun pandan. Dessert lezat ini terbuat dari hunkwe dengan aroma pandan. Resep ini kudapat dari ibu, biasanya ibu membuatnya dengan wadah cetakan talam. Biar agak kekinian kubuat dengan bungkus daun pandan.
Mengolah hasil kebun adalah keahlian ibu. Salah satunya dari olahan Talas. Beliau sering membuat Perkedel dari talas untuk lauk, dan pada akhirnya habis sebagai cemilan, karena memang enak sekali apalagi masih panas. Dan sekarang saya akan mengolah talas dengan sedikit kreasi yang berbeda, namun tidak menghilangkan rasa gurih dari talas itu sendiri.