Moms mungkin mulai menyadari bahwa beberapa tahun terakhir pastry semakin populer. Banyak bakery, kafe, hingga toko kue yang menjadikan pastry sebagai menu andalan, mulai dari croissant, danish, hingga puff pastry. Tekstur pastry yang renyah, berlapis, dan memiliki aroma khas membuat banyak orang menyukainya.
Tak heran jika pastry kini sering dijadikan pilihan camilan, sarapan ringan, hingga menu di berbagai kafe modern. Selain rasanya yang lezat, tampilannya yang cantik dan berlapis juga membuat pastry terlihat lebih menarik dibandingkan roti biasa.
Namun sebenarnya, pastry sudah memiliki sejarah yang cukup panjang dalam dunia kuliner.
Sejarah Singkat Pastry
Pastry berasal dari tradisi kuliner Eropa dan berkembang pesat di negara seperti Prancis. Salah satu teknik yang membuat pastry begitu khas adalah proses laminasi, yaitu teknik melipat adonan dengan lapisan lemak secara berulang hingga terbentuk banyak lapisan tipis.
Saat dipanggang dalam suhu tinggi, lapisan adonan dan lemak tersebut akan mengembang dan menciptakan tekstur pastry yang renyah di bagian luar namun tetap lembut di bagian dalam. Teknik inilah yang membuat pastry memiliki karakteristik berbeda dibandingkan roti biasa.
Seiring waktu, pastry semakin berkembang dan diadaptasi di berbagai negara, termasuk Indonesia. Kini pastry tidak hanya hadir di bakery atau kafe, tetapi juga mulai banyak dibuat sendiri di rumah sebagai camilan atau hidangan spesial untuk keluarga.
Peran Lemak dalam Pembuatan Pastry
Salah satu faktor penting dalam membuat pastry adalah penggunaan lemak pada adonan. Dalam teknik pembuatan pastry berlapis seperti croissant atau puff pastry, baker biasanya menggunakan lemak khusus yang dikenal sebagai laminating fat atau pastry shortening.
Jenis lemak ini memiliki karakter yang lebih stabil sehingga memudahkan proses laminasi, yaitu proses melipat adonan berulang kali untuk membentuk lapisan pastry. Laminating fat membantu menjaga bentuk lapisan adonan sehingga dapat mengembang dengan baik saat dipanggang.
Trik Membuat Pastry Lebih Renyah
Agar pastry memiliki lapisan yang rapi dan tekstur yang renyah, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat membuatnya.
- Pastikan adonan tetap dalam kondisi dingin selama proses laminasi. Suhu yang terlalu hangat dapat membuat lemak cepat meleleh sehingga lapisan pastry tidak terbentuk dengan baik.
- Perhatikan teknik lipatan adonan. Proses melipat adonan secara bertahap dengan waktu istirahat di dalam kulkas membantu menjaga struktur lapisan pastry tetap rapi.
- Gunakan suhu oven yang cukup tinggi saat memanggang agar lapisan pastry dapat mengembang dengan maksimal dan menghasilkan tekstur yang renyah.
Untuk membantu memberikan aroma butter yang lebih harum pada berbagai olahan kue dan pastry, Moms juga bisa menambahkan Royal Palmia Butter Margarine yang mengandung butter asli yang membantu memberikan aroma butter yang khas serta rasa gurih yang seimbang pada adonan.
Royal Palmia Butter Margarine juga diperkaya dengan 8 vitamin, yaitu vitamin A, B1, B2, B12, D, E, niasin, dan asam folat, sehingga cocok digunakan dalam berbagai resep baking di rumah.
Dengan teknik yang tepat dan pemilihan bahan yang sesuai, Moms juga bisa mencoba membuat pastry yang renyah, berlapis, dan harum seperti yang biasa ditemukan di bakery favorit.
